Antara Toleransi Beragama, Dakwah Islam Dulu dan Kini


agama toleransiToleransi beragama bukanlah hal baru yang di usung para aktifis masa kini, bahkan toleransi beragama adalah sebuah agama (keyakinan) yang telah ada sebelum para Rasul di utus. Seluruh manusia bersatu dalam perbedaan dan kedamaian yaitu persatuan di atas kesyirikan yang bathil.

Maka datanglah Islam yang menyeru mereka pada kebenaran untuk meng-esa-kan Allah, maka Islam pun dituduh sebagai agama perusak yang telah mencerai beraikan persatuan dan kedamaian mereka.

Jika kita lihat wajar saja para musyrikin menganggap demikian, karena Islam telah meruntuhkan keyakinan mereka di atas tuhan-tuhan yang banyak dan harus tunduk pada tuhan yang esa, dan inilah akidah Islam yang shahih di atas kebenaran dimana meng-esa-kan Allah adalah konsekwensi dari ucapan dan keyakinan Laa Ilaha Illallah barangsiapa meyakini Islam sebagai agamanya maka hendaklah ia mengetahui (meng-ilmui) makna dan kandungan serta konsekwensi dari ucapannya.

Indonesia saat ini tidak jauh berbeda dengan gambaran orang-orang musyrik terdahulu dimana mereka bersatu diatasnya dengan landasan demokrasi dan pancasila. Negeri ini tak berbeda walau sehelai rambutpun dengan negara demokrasi lainnya seperti  amerika, perancis, inggris dll sebagai penganut kebebasan hanya saja para pelaku dan orang-orang yang terlibat di dalamnya masih terlihat muslim secara zahir. Adapun landasan konstitusi, hukum, visi misi bahkan setiap detak langkah perjuangan para aktifisnya adalah tegaknya negara demokrasi  dengan toleransi, siapapun yang mencoba mengubahnya maka ketahuilah bahwasanya NKRI dengan konstitusi demokrasi pancasilanya adalah harga mati dan segenap aktifis dan pelaku di dalamnya adalah para pejuang yang siap mengorbankan jiwa raganya demi tegaknya demokrasi.

625510_525579087535647_810900025_n

Contoh Toleransi yang melebihi batas

Indonesia bukanlah negara Islam tapi negara dengan sistem kufur demokrasi  hanya saja para pelaku dan aktifis serta rakyatnya mayoritas muslim, bagi kami tidak ada pilihan selain harus bertoleransi dalam beragama di mana seseorang menghargai atau menghormati setiap tindakan yang orang lain lakukan. Namun bagi kami umat muslim adalah suatu konsekwensi memegang teguh tauhid kepada Allah barangsiapa telah lepas tauhid darinya maka Allah pun berlepas diri pula darinya.

nu sarap

Contoh Toleransi yang yang sesuai dengan keinginan orang-orang kafir

Bagi orang-orang kafir silahkan anda merayakan atau beribadah dengan kehendak anda, toleransi bagi kami bukanlah suatu dimana kami harus berbagi merayakan atau beribadah bersama-sama dimana suatu saat anda mengikuti kami dan suatu saat kami mengikuti kalian (lihat gambar sebelah). Jika pun ada diantara kaum muslimin yang melakukan demikian maka mereka adalah orang-orang yang telah tergelincir pada kesesatan dan telah mengikuti dakwah kalian (orang kafir) untuk berbagi tuhan, berbagi hari raya, dan berbagi peribadatan inilah kesyirikan yang sama sekali mirip seperti pada jaman jahiliyah sebelum Islam.

Rasulullah SAW telah menjadi suri teladan bagi kami dalam hal ini dimana suatu ketika kaum musyrikin Quraisy menawarkan hal ini agar terjadi kedamaian di Mekkah saat itu dimana satu hari mereka beribadah sesuai ajaran nabi dan dihari yang lain nabi mengikuti ajaran mereka, maka hal ini di tolak oleh nabi.

Acara natal yang dirayakan oleh kiyai NU

Acara natal dan puji-pujian gereja yang dirayakan oleh kiyai NU

Iklan

3 pemikiran pada “Antara Toleransi Beragama, Dakwah Islam Dulu dan Kini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s